Oleh: Tim Penyusun, Diupdate 31 Januari 2026
Dalam lanskap akademis kontemporer, kemampuan untuk mengklasifikasikan dan menghasilkan berbagai jenis karya ilmiah merupakan kompetensi fundamental bagi peneliti, akademisi, dan mahasiswa. Istilah “karya ilmiah” sendiri mencakup spektrum yang sangat luas—mulai dari paper singkat yang merangkum penelitian, essay yang mengintegrasikan opini dengan fakta, makalah yang berbasis kajian literatur, hingga artikel ilmiah yang dimuat di jurnal peer-reviewed dan jurnal ilmiah itu sendiri.[1] Masing-masing bentuk karya ilmiah ini memiliki karakteristik, fungsi, standar, dan proses publikasi yang berbeda.
Pentingnya pemahaman tentang tipologi karya ilmiah sangat nyata dalam konteks “publish or perish”—mantra akademis kontemporer yang menekankan bahwa visibilitas dan kontribusi peneliti diukur melalui publikasi yang dapat ditemukan.[2] Namun, fenomena ini juga menimbulkan tantangan: banyak peneliti dan mahasiswa yang tidak sepenuhnya memahami perbedaan antara berbagai jenis karya ilmiah, persyaratan struktural yang berbeda, standar etika yang harus diikuti, dan proses peer review yang mendasari publikasi akademis. Ketidakjelasan ini sering menghasilkan submission yang tidak sesuai dengan standar, rejection dari journal, dan pemborosan waktu serta resources.
Tulisan ini menganalisis secara komprehensif tipologi karya ilmiah dengan fokus khusus pada: (1) definisi dan klasifikasi berbagai jenis karya ilmiah; (2) perbedaan karakteristik antara bentuk-bentuk karya ilmiah; (3) struktur dan komponen dari berbagai jenis artikel; (4) standar penulisan dan metodologi penelitian; (5) proses publikasi dan peer review; (6) etika dan integritas dalam penulisan akademis; dan (7) kontribusi penelitian sebagai elemen kritis dalam publikasi ilmiah.
A. Definisi, Klasifikasi, Dan Tipologi Dasar Karya Ilmiah
1. Spektrum Terminologi: Paper, Essay, Makalah, Artikel, dan Jurnal
Dalam diskursus akademis Indonesia dan internasional, terdapat beberapa istilah yang sering digunakan secara bergantian namun memiliki makna dan implikasi yang berbeda.[3] Memahami perbedaan ini adalah langkah pertama dalam mengklasifikasikan karya ilmiah secara tepat.
Paper
Paper adalah “ringkasan dari penelitian yang telah dilakukan.”[4] Definisi ini menekankan bahwa paper dilandasi dengan data serta argumen yang valid dari penelitian tersebut. Paper adalah bentuk penulisan yang paling empiris—ia dimulai dengan pertanyaan penelitian, diikuti dengan metodologi, hasil, dan kesimpulan yang semuanya berbasis pada bukti empiris. Paper dapat bersifat original research yang melaporkan temuan baru, atau dapat berupa literature review yang menganalisis dan mensintesiskan penelitian sebelumnya. Karakteristik utama paper adalah objectivity dan evidence-based reasoning.[5]
Essay
Essay merupakan “karya tulis yang merupakan kombinasi dari fakta dan opini.”[6] Oleh karena itu, karya tulis ini biasanya masih bersifat subjektif dan cenderung spekulatif. Essay menampilkan perspektif pribadi penulis tentang suatu topik, didukung oleh argumen dan evidence, namun dengan ruang yang lebih besar untuk voice dan interpretasi penulis dibandingkan dengan paper. Essay lebih fleksibel dalam struktur dan dapat menggunakan berbagai strategi retoris (narasi, deskripsi, argumentasi) untuk menyampaikan idenya.
Makalah
Makalah merupakan “sebuah karya tulis yang membahas suatu topik tertentu.”[7] Pembahasan dalam makalah didasarkan pada hasil kajian pustaka. Istilah “makalah” dalam konteks akademis Indonesia sering merujuk pada karya tulis yang dihasilkan sebagai assignment dalam perkuliahan atau yang disajikan dalam seminar atau konferensi akademis. Makalah merupakan bentuk “semiformal”—mengikuti kaidah bentuk formal namun dengan penyajian yang lebih sederhana dibandingkan dengan skripsi atau thesis. Makalah mendemonstrasikan pemahaman mahasiswa tentang permasalahan teoritik atau kemampuan dalam menerapkan teori ke dalam konteks praktis.[8]
Artikel
Artikel adalah “tulisan yang tujuannya untuk memberikan informasi yang dilandasi fakta.”[9] Artikel dapat ditemukan di berbagai media—koran, majalah, website, dan lainnya. Artikel dapat bersifat populer (ditulis untuk masyarakat umum) atau dapat lebih teknis dan academic dalam nature.
Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah adalah “karya tulis yang didesain untuk dimuat di buku kumpulan artikel atau jurnal, ditulis dengan tata cara penulisan ilmiah yang disesuaikan dengan standardisasi ilmiah yang berlaku serta metodologi keilmuan tertentu.”[10] Artikel ilmiah membedakan dirinya dari artikel umum melalui: adherence terhadap standar penulisan akademis, use of evidence-based arguments, proper citation dan attribution, dan submission melalui proses peer review yang ketat.
Jurnal
Jurnal dalam pengertian tradisional adalah “catatan atas suatu kegiatan yang sudah dilakukan”—sebuah bentuk penulisan personal yang merekam observasi, refleksi, atau pengalaman. Namun, dalam konteks akademis modern, “jurnal” merujuk pada publikasi berkala (journal) yang mengumpulkan artikel-artikel ilmiah.
Jurnal Ilmiah
Jurnal ilmiah adalah “wadah/kumpulan artikel ilmiah yang dipublikasikan dengan kaidah-kaidah ilmiah tertentu dengan menjunjung tinggi etika akademik.”[11] Jurnal ilmiah berfungsi sebagai medium untuk diseminasi penelitian, quality assurance melalui peer review, dan establishment of scientific record. Jurnal ilmiah dapat diindex dalam database internasional seperti Scopus, Web of Science, atau database nasional seperti SINTA, meningkatkan visibility dan impact dari publikasi.
2. Klasifikasi Berdasarkan Tingkat Formalitas
Pendekatan lain untuk mengklasifikasikan karya ilmiah adalah berdasarkan tingkat formalitas dan standar akademis yang harus dipenuhi. Klasifikasi ini menghasilkan tiga kategori utama:[12]
Karya Ilmiah Populer
Karya ilmiah populer “diungkapkan dalam bentuk ringkas dan menggunakan ragam bahasa yang populer atau lebih santai dan menarik.”[13] Karakteristik utama meliputi:
- Menggunakan kalimat yang mudah dipahami
- Umumnya disukai oleh banyak orang
- Dapat dimuat di media massa (koran, majalah, blog, platform digital)
- Less demanding dalam hal struktur formal dan citation rigor
- Tujuannya adalah untuk mempopulerkan ilmu kepada publik yang lebih luas
Karya Ilmiah Semiformal
Karya ilmiah semiformal “mengikuti kaidah bentuk formal, namun penyajiannya lebih sederhana.”[14] Bentuknya dapat berupa laporan atau makalah yang disajikan dalam perkuliahan, seminar, atau workshop. Karakteristik meliputi:
- Mengikuti struktur basic yang formal (pendahuluan, isi, kesimpulan)
- Menggunakan referensi dan citation, namun tidak se-ketat karya formal
- Dapat menjadi stepping stone menuju karya formal – Sering digunakan dalam konteks akademis tingkat sarjana (S1)
Karya Ilmiah Formal
Karya ilmiah formal “harus memenuhi unsur-unsur kelengkapan akademis secara rinci dan lengkap.”[15] Contohnya meliputi skripsi, tesis, dan disertasi. Karakteristik meliputi:
- Adherence yang ketat terhadap standardisasi akademis
- Comprehensive literature review dan state of the art analysis
- Rigorous methodology dan systematic analysis
- Proper citation dan attribution – Submission melalui peer review process
- Expected untuk menghasilkan contribution yang signifikan kepada knowledge dalam field
3. Klasifikasi Berdasarkan Jenis Penelitian: Empiris vs Pemikiran
Dimensi penting lainnya dalam klasifikasi karya ilmiah adalah membedakan antara artikel yang berbasis pada penelitian empiris dan artikel yang berbasis pada pemikiran/studi kepustakaan.[16]
Artikel Berbasis Penelitian Empiris
Struktur untuk artikel hasil penelitian empiris mengikuti format IMRAD:[17]
- Introduction: Menyajikan latar belakang, research gap, dan pertanyaan penelitian
- Methodology: Menjelaskan design penelitian, sampling, instruments, dan prosedur pengumpulan data
- Results: Menyajikan findings dari data yang telah dianalisis
- Discussion: Menginterpretasikan results dalam konteks existing literature
- Conclusion: Menyimpulkan temuan dan implikasinya
Format ini diprioritaskan oleh jurnal-jurnal Scopus dan SINTA karena struktur ini memfasilitasi reproducibility dan transparency dari penelitian.[18]
Artikel Berbasis Pemikiran/Studi Kepustakaan
Untuk artikel hasil pemikiran atau studi kepustakaan, struktur sedikit berbeda:[19]
- Judul: Eye-catching, problematis, menuju novelty
- Abstrak: Latar belakang, tujuan, metode (literature review), hasil, simpulan
- Pendahuluan: Konteks, isu utama, research questions, outline argumentasi
- Pembahasan: Analisis mendalam dengan comparison kritis dan argumentasi konstruktif
- Kesimpulan: Ringkasan temuan, rekomendasi, saran untuk penelitian lanjutan
- Daftar Pustaka: Referensi utama dengan proportion 80% jurnal, 20% buku
B. Karakteristik Distingtif Dari Berbagai Jenis Karya Ilmiah
1. Ciri-Ciri Makalah
Makalah memiliki karakteristik khusus yang membedakannya dari bentuk karya ilmiah lainnya:[20]
- Merupakan hasil kajian literatur dan/atau laporan pelaksanaan suatu kegiatan lapangan yang sesuai dengan cakupan permasalahan suatu perkuliahan
- Mendemonstrasikan pemahaman mahasiswa tentang permasalahan teoritik yang dikaji atau kemampuan mahasiswa dalam menerapkan suatu prosedur, prinsip, atau teori yang berhubungan dengan perkuliahan
- Menunjukkan kemampuan pemahaman terhadap isi dari berbagai sumber yang digunakan, dengan kemampuan untuk critically engage dengan literatur
- Mendemonstrasikan kemampuan meramu berbagai sumber informasi dalam satu kesatuan sintesis yang utuh, menunjukkan kemampuan untuk integrate berbagai perspektif
Ciri-ciri ini menunjukkan bahwa makalah adalah bentuk karya yang transitional—lebih formal dari essay biasa namun tidak seformal thesis atau article yang akan dipublikasikan di jurnal peer-reviewed.
2. Ciri-Ciri Artikel Ilmiah
Artikel ilmiah memiliki standar yang jauh lebih ketat dan demanding. Karakteristik utama dari artikel ilmiah meliputi:[21]
- Objektif: Isi artikel ilmiah hanya dapat dikembangkan dari keadaan yang secara aktual memang exist, walaupun eksistensi fenomena yang menjadi fokus bahasannya berbeda antar bidang ilmu. Claim dalam artikel harus didukung oleh evidence yang dapat diverifikasi.
- Rasional: Argumentasi dalam artikel harus mengikuti logika yang sound dan dapat diterima oleh komunitas akademis. Setiap kesimpulan harus mengikuti secara logis dari premis dan evidence yang disajikan.
- Kritis: Artikel ilmiah berfungsi sebagai wahana untuk menyampaikan kritik timbal balik terhadap sesuatu yang dipersoalkan. Penulis tidak hanya menyajikan temuan tetapi juga mengkritik perspektif lain atau menunjukkan limitation dari penelitian sebelumnya.
- Reserved (Menahan Diri): Penulis harus berhati-hati dan tidak overclaiming—tidak mengklaim kontribusi yang lebih besar dari yang sebenarnya dilakukan. Penulis juga harus jujur, lugas, dan tidak menyertakan motif-motif pribadi atau kepentingan tertentu.
- Formal: Artikel ilmiah memiliki gaya bahasa yang formal, fokus ke dalam ilmu saja, tanpa gaya bahasa yang santai atau conversational.
- Proper Citation: Pengutipan sumber disertai dengan identitas sumber yang jelas, mengikuti standar citation style yang ditentukan oleh journal.
3. Perbandingan Systematik: Paper vs Essay vs Makalah vs Artikel Ilmiah
| Dimensi | Paper | Essay | Makalah | Artikel Ilmiah |
| Basis Penelitian | Empiris dengan data/evidence | Kombinasi fakta & opini | Literatur dan/atau pengalaman lapangan | Empiris atau literatur sistematis |
| Tingkat Objektivitas | Tinggi – evidence-based | Sedang – perspektif pribadi | Sedang – mixture dari berbagai sumber | Tinggi – empirical & methodological rigor |
| Struktur | IMRAD atau flow logis | Fleksibel dengan intro-body-conclusion | Formal dengan pendahuluan-isi-penutup | Ketat sesuai template journal |
| Audience | Peers dalam bidang | Umum atau academic | Mahasiswa/dosen dalam satu kelas | Academic community & broader audience |
| Citation Requirements | Ketat dengan proper attribution | Moderate citation | Moderate dengan referensi basis | Sangat ketat dan comprehensive |
| Peer Review | Sering (untuk publikasi) | Jarang kecuali di jurnal khusus | Minimal (meist hanya dosen) | Ketat dengan double-blind review |
| Proses Publikasi | Submission ke jurnal/conference | Bisa langsung publikasi | Jarang dipublikasikan secara luas | Formal submission & review process |
| Kontribusi yang Diharapkan | Novel findings atau insights | Thoughtful analysis & perspective | Demonstration of understanding | Significant contribution kepada field |
| Length | Bervariasi (5-20 pages) | 3-10 pages | 10-20 pages | 15-30 pages (typically) |
| Permanence | Permanen record dalam jurnal | Dapat ephemeral | Archive lokal institusi | Permanen dengan DOI & indexed |
C. Struktur Artikel Ilmiah Dan Komponen Kritisnya
1. Struktur untuk Artikel Hasil Penelitian Empiris
Artikel ilmiah yang merupakan hasil penelitian empiris mengikuti struktur yang relatif standardized untuk memfasilitasi clarity, reproducibility, dan efficient communication. Struktur umum meliputi:[22]
Judul
Judul artikel ilmiah harus memenuhi kriteria:[23] – Eye-catching/tidak datar: Judul harus menarik perhatian dan berbeda dari judul typical dissertation – Problematis: Harus menunjukkan adanya masalah atau isu yang diangkat – Menuju novelty: Judul sebaiknya mengisyaratkan adanya kontribusi baru atau perspektif segar – Pro-kontra/Provokatif (ketika relevan): Dapat mengangkat tension atau controversy yang akan dijelas dalam artikel – Informatif dan akurat: Judul harus accurately reflect isi artikel tanpa overclaiming
Abstrak
Abstrak adalah critical element dalam artikel ilmiah karena:[24] – Abstrak adalah first contact point untuk pembaca—many readers hanya membaca abstrak sebelum memutuskan untuk membaca seluruh artikel – Abstrak harus self-contained dan mampu berdiri sendiri sebagai summary dari artikel – Abstrak memfasilitasi indexing dan searchability dalam database akademis
Muatan abstrak harus mencakup:[25]
- Latar belakang: Context dan isu yang akan diangkat
- Tujuan/Pertanyaan penelitian: What the article will investigate and argue
- Metode: Bagaimana research dilakukan (untuk empirical articles)
- Hasil: The findings of the article
- Simpulan: Significance dan implications dari temuan
Critical untuk memahami bahwa abstrak harus menjawab dua pertanyaan fundamental: “So what?” dan “Now what?”—yaitu, mengapa temuan ini penting dan apa implikasinya untuk penelitian atau practice ke depannya.[26]
Pendahuluan (Introduction)
Pendahuluan berfungsi untuk:[27]
- Menyajikan latar belakang yang relevan dan mengarah kepada isu utama atau topik besar
- Menguraikan penelitian terdahulu (maksimal 10 rujukan) yang telah ada atas topik yang sama dan menunjukkan apa perbedaan (state of the art) dengan tulisan yang akan dibuat
- Menyajikan pertanyaan utama atau research questions atas isu yang akan dibahas
- Jika diperlukan, menjelaskan metodologi dan bagaimana ia diaplikasikan
- Menyajikan kerangka bagian artikel (article outline)
- Menyatakan argumentasi utama sebagai jawaban pertanyaan utama
Pendahuluan yang baik adalah yang mampu membawa pembaca dari konteks umum menuju fokus spesifik dari penelitian, establishing the logical necessity untuk research yang dilakukan.
Metode/Metodologi (Methods)
Untuk artikel empiris, bagian metode harus menjelaskan:[28]
- Research design: Jenis penelitian (experimental, quasi-experimental, observational, survey, dll.)
- Partisipan/Sampling: Bagaimana sample dipilih, karakteristik demografis, inclusion/exclusion criteria
- Instrumen dan alat pengumpulan data: Tool yang digunakan untuk mengumpulkan data
- Prosedur: Step-by-step description dari bagaimana penelitian dilakukan
- Analisis: Metode analisis data yang digunakan (statistical, thematic, dll.)
- Ethical considerations: Bagaimana ethical concerns ditangani (IRB approval, informed consent, dll.)
Tingkat detail dalam bagian metode harus cukup sehingga peneliti lain dapat mereplikasi atau melakukan penelitian follow-up yang mirip.[29]
Hasil (Results)
Bagian hasil menyajikan:[30]
- Deskripsi temuan dari penelitian secara objektif, tanpa interpretasi atau evaluasi
- Data dianalisis tajam menggunakan appropriate statistical atau qualitative analysis techniques
- Hasil dapat dipresentasikan dalam bentuk text, tables, figures, atau kombinasi
- Fokus pada temuan yang paling relevant untuk menjawab research questions
Penting untuk membedakan antara bagian Results (presentasi temuan) dan bagian Discussion (interpretasi temuan).
Pembahasan/Diskusi (Discussion)
Bagian diskusi adalah tempat untuk:[31]
- Menginterpretasikan hasil dalam konteks existing literature dan theoretical frameworks
- Melakukan perbandingan kritis dengan temuan peneliti lain
- Mengembangkan argumentasi konstruktif tentang apa yang hasil berarti
- Menunjukkan limitations dari penelitian
- Menyajikan implikasi baik untuk teori maupun untuk practice
Kesimpulan (Conclusion)
Kesimpulan harus:[32]
- Meringkas temuan utama
- Menyatakan rekomendasi berdasarkan temuan
- Mengusulkan model atau framework jika relevan
- Menyajikan penyimpulan yang logis berdasarkan evidence
- Menunjukkan problem-solving yang dilakukan artikel
- Tidak menjelaskan kembali secara detail—hanya ringkasan dan implikasi
Daftar Pustaka
Daftar pustaka harus:[33]
- Menggunakan citation style yang konsisten (APA, Chicago, IEEE, dll.)
- Proporsi sumber acuan yang ideal: 80% jurnal, 20% buku
- Menunjukkan derajat kemutakhiran—recent publications untuk topik yang berkembang
- Comprehensive namun focused pada publikasi yang truly relevant
2. Struktur untuk Artikel Hasil Pemikiran/Studi Kepustakaan
Untuk artikel yang berbasis pada analisis literatur dan pemikiran teoritik (bukan empirical research), struktur agak berbeda:[34]
- Judul: Sama seperti empirical articles—eye-catching, problematis, menuju novelty
- Abstrak: Dengan komponen latar belakang, tujuan, metode (literature review), hasil, simpulan
- Pendahuluan: Establishing context, isu utama, research questions, kerangka argumentasi
- Pembahasan: Analytical exploration dengan deskripsi temuan karya lainnya, perbandingan kritis, dan argumentasi konstruktif
- Kesimpulan: Ringkasan, rekomendasi, model, penyimpulan yang jelas
- Daftar Pustaka: Dengan standar citation yang sama
D.Standar Penulisan, Metodologi Penelitian, Dan Contribution Dalam Artikel Ilmiah
1. Standar Penulisan Akademis
Artikel ilmiah harus memenuhi standar penulisan yang ketat. Beberapa standar kunci meliputi:[35]
Academic Language
- Penggunaan bahasa formal dan academic
- Avoiding colloquialisms, jargon yang tidak dijelaskan, atau slang
- Clear sentence structure dengan proper grammar dan syntax
- Precision dalam penggunaan terminology
Clarity dan Organization
- Logical progression dari ideas
- Clear topic sentences dan transitions antara paragraf
- Proper use dari headings dan subheadings untuk organize content
- Concise writing—avoiding redundancy dan unnecessary elaboration
Evidence-Based Argument
- Every claim harus didukung oleh evidence
- Proper use dari quotations, paraphrasing, dan summarization
- In-text citations yang accurate
- Logical reasoning dan sound argumentation
Ethical Writing
- Avoiding plagiarism (direct copying, paraphrasing tanpa attribution, idea stealing)
- Proper disclosure dari conflicts of interest
- Honest reporting dari results, including negative findings
- Respect untuk intellectual property dari others
2. Metodologi Penelitian: Kualitatif vs Kuantitatif
Saat menulis artikel empiris, penulis harus memilih dan clearly describe metodologi penelitian. Ada dua pendekatan utama:[36]
Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan yang deductif—teori dan hipotesis diuji dalam logika sebab akibat. Jenis-jenis penelitian kuantitatif meliputi:[37]
| Jenis | Karakteristik |
| Deskriptif | Pencarian fakta dengan interpretasi yang tepat tentang keadaan sebagaimana adanya |
| Komparatif | Mengetahui apakah ada perbedaan antara dua variabel dalam suatu aspek |
| Korelasi | Mengetahui hubungan antara dua atau lebih variabel |
| Survey | Menggunakan kuesioner sebagai instrumen utama pengumpulan data |
| Ex Post Facto | Meneliti hubungan sebab akibat yang tidak dimanipulasi oleh peneliti |
| Eksperimen | Memanipulasi satu atau lebih variabel untuk melihat efeknya pada variabel lain |
Penelitian Kualitatif
Penelitian kualitatif menggunakan pendekatan yang induktif—teori dibangun dari data. Jenis-jenis penelitian kualitatif meliputi:[38]
| Jenis | Karakteristik |
| Studi Kasus | In-depth investigation dari satu atau lebih cases |
| Fenomenologi | Eksplorasi tentang bagaimana orang mengalami suatu fenomena |
| Etnografi | Immersive study dari budaya atau komunitas tertentu |
| Grounded Theory | Pengembangan teori yang didasarkan pada data sistematis |
| Narrative | Analysis dari cerita dan pengalaman personal |
| Analisis Wacana | Examination dari language dan meaning dalam texts atau conversations |
3. Contribution dalam Penelitian Ilmiah
Element kritis untuk artikel ilmiah adalah clarity tentang apa kontribusi artikel ini. Kontribusi dapat berbentuk:[39]
Empirical Findings
“Empirical findings” menunjukkan sesuatu yang novel berdasarkan data yang dikumpulkan dan dianalisis (e.g., “x increases y”). Empirical contributions didasarkan pada hard data dan evidence, typically diperoleh menggunakan statistical atau qualitative analysis.[40]
Novel Concepts
“Novel concepts” melibatkan pengenalan dan definisi konsep baru (e.g., “X’s dilemma”). Ini berarti penulis mengkonceptualize (label, give name to) fenomena yang telah diamati. Kontribusi ini didasarkan pada observation dan creative thinking.[41]
Methodological Contribution
“Methodological contribution” melibatkan pengenalan pendekatan atau method baru untuk menyelesaikan masalah atau task (e.g., “zig-zag strategy for hyperparameter selection”) dan menunjukkan bahwa ia performs better dibanding baseline atau state-of-the-art approach.[42]
Theoretical Contribution
“Theoretical contribution” melibatkan development atau refinement dari teori yang menjelaskan bagaimana atau mengapa sesuatu terjadi. Dapat berupa new framework, new model, atau reinterpretation dari existing theory.[43]
Synthesis and Integration
“Synthesis and integration” contribution melibatkan bringing together pieces dari existing knowledge dalam cara baru yang menghasilkan insights atau understanding yang lebih comprehensive.[44]
Penting untuk catatan bahwa artikel ideal mungkin memiliki multiple contributions, meskipun artikel yang fokus pada satu tipe kontribusi juga valid—that’s hard enough to argue for one solid contribution!
E. Proses Publikasi Dan Peer Review
1. Tahapan Proses Publikasi
Proses dari manuscript submission hingga publication adalah complex dan time-consuming, frequently involving lebih dari satu tahun.[45] Tahapan umum adalah:
1. Manuscript Preparation dan Internal Review
Sebelum submission, penulis harus:[46]
- Pastikan manuscript memenuhi journal’s formatting guidelines
- Conduct literature review yang comprehensive untuk memastikan novelty
- Verify semua claims dengan proper references
- Proofread untuk grammar, clarity, dan consistency
- Possibly mendapatkan feedback dari colleagues sebelum submission
2. Editorial Initial Review (“Desk Review”)
Setelah submission:[47]
- Editor melakukan preliminary review untuk ensure manuscript adheres ke journal’s scope, format, dan quality standards
- Jika manuscript doesn’t meet basic requirements, dapat langsung di-desk reject tanpa dikirim ke peer review
- Jika acceptable, editor akan assign ke appropriate reviewers
3. Peer Review Process
Peer review adalah cornerstone dari academic publishing. Proses ini melibatkan:[48]
- Selection of Reviewers: Editor memilih 2-3 expert reviewers yang qualified untuk mengevaluasi manuscript
- Review Period: Reviewers biasanya memiliki 4-8 weeks untuk complete review
- Blind Review: Identitas penulis hidden dari reviewers (single-blind) atau keduanya hidden (double-blind)
- Evaluation Criteria: Reviewers assess originality, methodology, clarity, significance, dan fit dengan journal
- Recommendation: Reviewer memberikan recommendation: accept, minor revisions, major revisions, atau reject
4. Editorial Decision
Berdasarkan reviewer comments:[49]
- Accept: Manuscript accepted as-is (rare)
- Minor Revisions: Accepted pending small revisions yang tidak memerlukan re-review
- Major Revisions: Significant changes diperlukan; manuscript biasanya dikirim kembali untuk second round review
- Reject: Manuscript tidak acceptable untuk journal ini
5. Revision dan Resubmission
Jika major revisions diminta:[50]
- Penulis must carefully address setiap reviewer comment
- Penulis dapat provide detailed “response to reviewers” letter explaining changes made
- Revised manuscript dikirim kembali untuk re-review
– Proses ini dapat repeat multiple times
6. Final Acceptance dan Publication
Setelah all revisions accepted:[51]
- Manuscript enters production stage
- Copyediting dan formatting dilakukan oleh journal staff
- Penulis review proofs dan make final corrections
- Article di-assign DOI (Digital Object Identifier)
- Article published online dan/atau in print
- Article menjadi part dari permanent scholarly record
2. Kriteria Evaluasi dalam Peer Review
Ketika reviewer mengevaluasi manuscript, mereka melihat berbagai elemen:[52]
| Kriteria | Penjelasan |
| Originality | Seberapa novel adalah research? Apakah ada contribution yang substansial kepada field? |
| State of the Art | Apakah manuscript cites relevant literature dan demonstrates mature understanding dari domain? |
| Methodology | Apakah research design, data collection, dan analysis appropriate dan well-described? |
| Clarity | Apakah manuscript written clearly dan logically organized? |
| Significance | Apakah findings penting dan relevan? Apakah ada practical atau theoretical implications? |
| Structure & Substantiation | Apakah manuscript exhibits clear argumentative structure? Are claims properly substantiated? |
| Language | Apakah writing style appropriate dan comprehensible? |
| Ethical Standards | Apakah manuscript follows ethical guidelines (IRB approval, plagiarism-free, proper attribution)? |
F. Etika dan Integritas Dalam Penulisan Akademis
1. Prinsip-Prinsip Etika Fundamental
Penulisan akademis yang bertanggung jawab requires commitment terhadap prinsip-prinsip etika:[53]
Integritas Penelitian
- Melakukan penelitian dengan honest dan systematic manner
- Reporting hasil secara akurat, termasuk negative atau inconclusive findings
- Avoiding fabrication, falsification, atau data manipulation
- Transparent tentang limitations dari research
Academic Integrity
- Proper attribution untuk semua ideas dan findings dari others
- Avoiding plagiarism dalam segala bentuknya
- Honest authorship—hanya listing sebagai author jika berkontribusi meaningfully
- Proper disclosure dari conflicts of interest
Respect untuk Intellectual Property
- Proper citation dan quotation dari works lain
- Securing permissions untuk reproduce copyrighted material jika diperlukan
- Acknowledging contributions dari collaborators dan advisors
Responsible Publishing
- Tidak submit manuscript ke multiple journals simultaneously
- Tidak resubmit previously published work without proper attribution
- Responding professionally ke reviewer comments dan feedback
- Being transparent tentang funding sources dan conflicts of interest
2. Plagiarism dan Bentuk-Bentuknya
Plagiarism adalah salah satu pelanggaran etika yang paling serius dalam akademis. Forms dari plagiarism meliputi:[54]
| Tipe | Definisi | Contoh |
| Direct Plagiarism | Copy-paste langsung dari source tanpa quotation marks atau attribution | Mengcopy entire paragraph dari artikel tanpa citation |
| Paraphrasing Plagiarism | Mengubah beberapa kata dari original text namun mempertahankan structure & meaning tanpa attribution | Rewording sentence tapi keeping same structure |
| Self-Plagiarism | Reusing significant portions dari own previous work tanpa proper disclosure | Submitting same paper ke multiple journals |
| Mosaic Plagiarism | Mixing sources tanpa proper attribution, creating patchwork dari ideas lain | Combining fragments dari multiple sources |
| Idea Plagiarism | Presenting ideas dari others sebagai own ideas | Presenting argument yang developed oleh researcher lain tanpa attribution |
Untuk avoid plagiarism:[55] – Keep detailed records dari semua sources saat research – Use quotation marks untuk direct quotes dan always cite – Paraphrase dengan mengubah both words dan structure, dan still cite – Use plagiarism detection tools untuk check work sebelum submission
G.Perbedaan Antara Jurnal Scopus, Sinta, Dan Jurnal Lokal
1. Karakteristik Jurnal Scopus
Jurnal yang terindex dalam Scopus (Elsevier’s abstract and citation database) biasanya memiliki:[56]
- International standard: Mengikuti international standards untuk peer review dan publication ethics
- English publication: Majority dari articles diterbitkan dalam bahasa Inggris untuk international reach
- Flexible structure: Lebih fleksibel dalam format, memungkinkan variasi dalam subheadings dan content organization
- Rigorous peer review: Double-blind atau open peer review yang ketat
- Citation impact: Measured melalui Scopus metrics (h-index, CiteScore, dll.)
- Diverse authorship: Authors dari berbagai negara dan institusi
2. Karakteristik Jurnal SINTA
Jurnal yang terindex dalam SINTA (Science and Technology Index, database nasional Indonesia) biasanya:[57]
- National standards: Mengikuti standardisasi nasional Indonesia untuk penulisan ilmiah
- Bilingual: Dapat diterbitkan dalam bahasa Indonesia atau Inggris
- Structured templates: Menyediakan template yang ketat untuk format dan struktur
- Indonesian focus: Meskipun open untuk international submissions, often focused pada issues relevant ke Indonesia
- Accreditation tiers: SINTA-1 hingga SINTA-6, dengan SINTA-1 having highest standards
- National impact: Measured dalam konteks nasional dengan metrics khusus
3. Implikasi untuk Author
Perbedaan ini memiliki implikasi praktis untuk penulis:[58]
- Selection of journal: Pilih journal yang sesuai dengan scope, audience, dan impact yang diinginkan
- Format flexibility: Scopus journals biasanya lebih fleksibel; SINTA memiliki template yang lebih ketat
- Language: SINTA menerima Indonesian; Scopus typically require English
- Review timeline: Scopus biasanya lebih lama (3-6 bulan); SINTA dapat lebih cepat (2-4 bulan)
- Impact measurement: Scopus measured globally; SINTA measured nationally
- Publication fees: Biaya publikasi bervariasi; beberapa open access, beberapa dengan APC (Article Processing Charge)
H.Best Practices Dalam Penulisan Dan Publikasi Karya Ilmiah
1. Pre-Submission Practices
Sebelum submit manuscript, penulis sebaiknya:[59]
- Konduktir comprehensive literature review untuk memastikan novelty dan understanding dari state of the art
- Develop clear thesis atau main argument sebelum mulai writing
- Organize content logically dengan outline yang detail
- Write untuk specific journal dengan mempertimbangkan scope, audience, dan format requirements
- Involve collaborators atau advisors untuk feedback pada draft versions
- Self-edit dan proofread secara thorough untuk clarity, grammar, dan consistency
- Use plagiarism detection tools untuk verify originality
2. Revision dan Resubmission Practices
Jika reviewer feedback diminta:[60]
- Take reviewer comments seriously dan avoid defensive responses
- Respond point-by-point kepada setiap reviewer comment
- Make substantial revisions jika major revisions requested, bukan hanya cosmetic changes
- Highlight changes made dalam revised manuscript
- Write detailed response letter explaining your revisions dan how you addressed concerns
- Be prepared untuk multiple rounds dari revision—this is normal dan expected
3. Post-Publication Practices
Setelah article dipublikasikan:[61]
- Share article melalui academic networks dan social media (sesuai dengan copyright restrictions)
- Engage dengan citations dan follow-up research dari others
- Respond kepada inquiries dari readers atau researchers yang interested
- Track impact dari article melalui citation metrics
- Contribute kepada scholarly discourse melalui responses atau letters ke editor jika relevan
Tipologi karya ilmiah merepresentasikan spectrum yang luas dari bentuk penulisan akademis, each dengan karakteristik khusus, standar, dan purposes yang berbeda. Dari simple essay hingga formal article ilmiah yang dimuat di jurnal Scopus-indexed, setiap bentuk memiliki peran penting dalam knowledge production dan dissemination.
Memahami perbedaan antara paper, essay, makalah, artikel, dan jurnal—serta classification berdasarkan formalitas (populer, semiformal, formal) dan jenis penelitian (empiris vs pemikiran)—adalah essential untuk researchers dan academic professionals yang ingin effectively communicate their work. Demikian pula, understanding tentang struktur artikel ilmiah, standar penulisan, proses peer review, dan etika akademis adalah krusial untuk success dalam publikasi.
Tim Penyusun: Fransiska Susanto, Riana Susmayanti, Mohamad Rifan
Leave a Reply